20 Januari 2011

*• 12 MAULUD 1432 H, SHOLAWAT BERSAMA HABIB SYEKH AA •*

 
ACARA SETIAP TAHUNAN YANG BERTEPATAN DENGAN:
HARI KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM.
DILAKSANAKAN SETIAP TANGGAL:
12 MALAM 13 MAULUD TAHUN HIJRIYYAH, UNTUK MEMPERINGATI:

- MULID NABI MUHAMMAD Shollallohu 'alaihi wa sallam.
- Haul KH. MUHAMMAD MANSHUR (Popongan) ,
- Haul KH. MASYHURI (Pendiri PP.Al Masyhuri) serta Masyayikh
- Khotmil Qur'an & Wisuda Santri PP. Al Masyhuri.

InsyaAlloh untuk Tahun ini akan di Laksanakan besok Tanggal 15 Februari 2011,
dan di Berkahi Oleh Beliau:
- ROMO KH.MUHAMMAD SALMAN DAHLAWI (Popongan Klaten).
- GURU MULIA AL HABIB SYEKH BIN ABDUL QADIR ASSEGAF (Solo).

Bertempat di Halaman PP AL MASYHURI Ngabean Purwodadi Grobogan
(200 M ke arah timur dari Pendopo Kab.Grobogan).

KALENDER "AHBAABUL MUSTHOFA" 2011 M


 Telah terbit KALENDER "AHBAABUL MUSTHOFA" 1432 H - 2011 M,

Ukuran Besar, Gambar Lux, Mantap Pokoknya, Anda berminat .. ???

1. Untuk kawasan SOLO Langsung di SEKRETARIAT AM PUSAT:
d/a Jl.Bengawan Solo 6, No.12, semanggi kidul SOLO.
2. Untuk kawasan Purwodadi di Sekretariat AM GROBOGAN :
d/a PonPes.AL Masyhuri Jl.Trikora 20 Purwodadi - Grobogan.
3. Untuk Kawasan Yogyakarta:
 -Ponpes. Minhajut Tamyiz Timoho Yogyakarta
 -Stand Ahbaabul Musthofa (Kementerian Agama) Skaten Alun2 Utara
 -Stand IPPNU di Perayaan Rabu Pungkasan Lap Wonokromo Bantul
4. Dan Perwakilan yang ada di Kabupaten atau daerah.

* Contact Email: abaephone_cantric@yahoo.com

19 November 2010

Release CD Qoshidah Habib Syekh AA, Terbaru Vol. 8

Awal November ini, Ahbaabul Musthofa Record kembali merelease CD Qosidah Habib Syech bin Abdulqodir Assegaf, yang berisi Qoshidah Qashidah terbaru dengan hit Qoshidah Yaa Hananaa, selama 2 minggu peluncurannya, CD Qosidah Vol. 8 ini telah banyak mendapat kesan di hati para Pencinta Qoshidah, terbukti dengan terjualnya sampai dengan 5.000 keping CD.
Semoga dengan mendengarkan CD Qoshidah ini dapat menambah ketaqwaan kita kepada Sang Pencipta Semesta Allah SWT, dan lebih Mencintai lagi Rosulullah Muhammad SAW.
Terimakasih buat para Pecinta Qoshidah Al Habib Syekh AA, semoga bisa bermanfaat bagi Ummat...Amin

27 Oktober 2010

Foto Mbah Maridjan wafat posisi bersujud, dengan mengemban amanah Hb IX

MBAH MARIDJAN yang di beri amanah oleh Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Juru Kunci Gunung Merapi.
-Foto posisi wafat Mbah Maridjan-

Amanah itu diembannya dengan setia hingga Akhir hayat beliau layaknya sebagai Juru Kunci.
Berita keberadaan Mbah Maridjan yang sempat simpang siur saat Gunung Merapi meletus 26 oktober 2010. ada yang memberitakan selamat tapi dengan keadaan lemas dan tidak mau turun ke bawah. tetapi setelah TIM Penyelamat melakukan pencarian kembali pada Esok paginya. Mereka menemukan sosok Jenazah di dalam rumah beliau (Mbah Maridjan). InsyaAlloh dan kemungkinan besar itu jasad beliau dan Subhanalloh ! di ketemukan Wafat dengan posisi bersujud di kamar. semoga beliau meninggal Dunia dalam ke Husnul Khotimahan, amin.



Keberadaan Mbah Maridjan saat Gunung Merapi Meletus 2010

Tentang Misteri keberadaan Mbah Maridjan saat Gunung Merapi meletus, sementara pemberitaan dari Media:
[detik news]
-Jakarta , Akhirnya kondisi Mbah Maridjan kuncen Gunung Merapi bisa dipastikan. Dia selamat dari awan panas muntahan Gunung Merapi. Kini Mbah Maridjan masih berada di atas di lereng Merapi, dalam kondisi lemas.
"Mbah Maridjan selamat, tapi dalam kondisi lemas," kata anggota TNI, Kolonel (Laut) Pramono di lokasi pengungsian di Hargobinangun, Sleman, Senin (26/10/2010). Pramono merupakan salah satu personel tim evakuasi yang ikut menyisir rumah Mbah Maridjan sekitar pukul 22.00 WIB tadi.
Tim evakuasi akhirnya menemukan Mbah Maridjan dalam kondisi lemas dan memberikan pertolongan. Namun Mbah Maridjan masih belum mau dibawa turun ke bawah. "Sekarang masih di atas," tutup Pramono.
Pramono datang bersama tim evakuasi ke lokasi rumah Mbah Maridjan di Desa Kinahrejo. Jalan menuju rumah Mbah Maridjan mencekam, karena terbakar. Di sana masih ada titik api. Hawa juga terasa panas. Banyak pohon bertumbangan dan mayat bergelimpangan di dekat rumah Mbah Maridjan.
Saat tim naik ke atas, lokasi masih panas, api masih terlihat di beberapa sudut. Kondisi rumah Mbah Maridjan sendiri hancur terbakar.
sumber : detik news
http://m.detik.com/read/2010/10/27/000510/1476062/10/mbah-maridjan-selamat-tapi-dalam-kondisi-lemas?991102605

- Dan kabar atau informasi terakhir yang berkembang dari Media, detik news: Mbah Maridjan Ditemukan Meninggal Dunia dalam Posisi Sujud.
(kemungkinan ini foto jenazah Mbah Maridjan saat di Evakuasi)
 " InnalilLahi wainnaa ilaihi roojiun ", Semoga Beliau betul betul Wafat dalam keadaan yang Khusnul Khotimah. Amin

08 September 2010

๑۩๑ Do'a dan Permohonan Al Habib Syekh AA (Lebaran 1431 H) ๑۩๑


"Ya Allah..., muliakanlah semua jamaah Ahbaabul Musthofa kami.

Lapangkanlah Hati mereka dan Bahagiakanlah Keluarga mereka.

Luaskanlah rejeki mereka. Mudahkanlah segala Urusan mereka.

Jauhkanlah dari segala Penyakit, juga dari Fitnah, Prasangka keji dan Sifat Mungkar.

Serta Terimalah semua Amal Ibadah mereka dan ...

Kelak jadikan mereka sebagai Penghuni Surga-Mu bersama Al-Musthofa, Aamiin ya Robb ! "

Di penghujung Ramadhan ini izinkan kami & keluarga

Mohon maaf lahir dan bathin,

Selamat Hari Raya Iedul Fithri 1431 H minal 'A-idin wal Faizin


(H. Syeh AA dan keluarga)


๑۩๑ Ja'alana Allohu wa iyyakum Minal 'aidin wal Faaizin ๑۩๑


"Dengan sucinya Hati, Semoga kita bersama sama di pertemukan dengan Beliau Kanjeng Nabi MuhammaD ShollaAllohu 'alaihi wa sallam untuk memperoleh cakupan Syafa'at BELIAU dalam menuju Ketauhidan dan Ridlo Alloh Subhanahu wa Ta'alaa" 
(Admin)





๑۩๑ Mohon Maaf Lahir & Bathin 1431 H ๑۩๑

Katur Dumatheng Sederek & Rencang rencang:

Rinenggo suminaring suryo dinten Fithri, Cinondro resik ing wardoyo.

“ Sugeng Mangayubagyo ‘Aidul Fithri “

Nyuwun Agunging samudro Pangaksami sedoyo kalepatan,

Minal ‘Aidin wal Faaizin, Mugi mugi kitho tansah winengku ing karahayon.

Gesang Pikantuk Ridlo Allah Subhanahu wa Ta’alaa, Amiii .. n

1 Syawal 1431 H - Mohon Maaf Lahir & Bathin

(Abae Robieth)

11 Agustus 2010

Dawuh Al Habib Syekh AA di awal Romadhon 1431 H.

KATA yg indah adalah "ALLAH",


LAGU yg merdu adalah "ADZAN",

MEDIA yg terbaik adalah "ALQURAN",

SENAM yg sehat adalah "SHALAT",

DIET yg sempurna adalah "PUASA",

KEBERSIHAN yang meyegarkan adalah "WUDHU",

PERJALANAN yang indah adalah "HAJI",

KHAYALAN yg baik adalah ingat "DOSA & TAUBAT",

menjelang bulan Suci ini ....Saya sekeluarga mohon maaf Lahir & Bathin,

"MARHABAN YA RAMADHAN..."

(Hb. Syekh bin Abdul qadir Assegaf)

24 Juni 2010

Dunia bukan tempat tinggal kita yang abadi

Dunia bukan tempat tinggal kita yang abadi
Dunia hanya jalan menuju hidup nanti
Bertaqwalah selalu di mana kita berada
Dan… bersihkan hati mu dari segala noda



Kalau kita ridho dengan pemberian Allah
Kita akan terlepas dari semua bentuk kesusahan.
Begitu sebaliknya kalau kita tidak ridho
Pasti hidup kita selalu dalam keraguan



Carilah teman yg mengajak kebaikan
Dan berilmu serta  saling mengingatkan.
Jauhilah teman yg selalu mengajak...
Kejalan kesesatan dan kemaksiatan.



Sholatlah dengan hati yang hadir
Dan jangan lupa dengan mengingat kematian.
Ber-amal-lah dengan ikhlas dan jangan mengharap sanjungan.
Berbuat baiklah selalu, utamakan keluarga dekat dalam bantuan
Tapi... juga jangan lupa dengan teman maupun lawan.

12 Juni 2010

AL HABIB 'ALI BIN MUHAMMAD AL HABSYI -SHOHIBUL SIMTHUD DUROR-

Bimbingan dan asuhan beliau seperti ini telah memberinya hasil kepuasan yang tak terhingga dengan menyaksikan banyak sekali di antara murid-muridnya yang berhasil mencapai apa yang dicitakannya, kemudian meneruskan serta menyiarkan ilmu yang telah mereka peroleh, bukan sahaja di daerah Hadhramaut, tetapi tersebar luas di beberapa negeri lainnya - di Afrika dan Asia, termasuk di Indonesia.
Di tempat-tempat itu, mereka mendirikan pusat-pusat dakwah dan penyiaran agama, mereka sendiri menjadi perintis dan pejuang yang gigih, sehingga mendapat tempat terhormat dan disegani di kalangan masyarakat setempat. Pertemuan-pertemuan keagamaan diadakan pada berbagai kesempatan. Lembaga-lembaga pendidikan dan majlis-majlis ilmu didirikan di banyak tempat, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan dalam ruang lingkup yang luas sekali.
Beliau meninggal dunia di kota Seiwun, Hadhramaut, pada hari Ahad 20 Rabi’ul Akhir 1333 H dan meninggalkan beberapa orang putera yang telah memperoleh pendidikan sebaik-baiknya dari beliau sendiri, yang meneruskan cita-cita beliau dalam berdakwah dan menyiarkan agama.
Di antara putera-putera beliau yang dikenal di Indonesia ialah puteranya yang bungsu: Al-Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, pendiri Masjid "Riyadh" di kota Solo (Surakarta). Beliau dikenal sebagai pribadi yang amat luhur budi pekertinya, lemah-lembut, sopan-santun, serta ramah-tamah terhadap siapa pun terutama kaum yang lemah, fakir miskin, yatim piatu dan sebagainya. Rumah kediamannya selalu terbuka bagi para tamu dari berbagai golongan dan tidak pernah sepi dari pengajian dan pertemuan-pertemuan keagamaan.Beliau meninggal dunia di kota Palembang pada tanggal 20 Rabi’ul Awal 1373 H dan dimakamkan di kota Surakarta. Banyak sekali ucapan Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi yang telah dicatat dan dibukukan, di samping tulisan-tulisannya yang berupa pesan-pesan ataupun surat-menyurat dengan para ulama di masa hidupnya, juga dengan keluarga dan sanak kerabat, kawan-kawan serta murid-murid beliau, yang semuanya itu merupakan perbendaharaan ilmu dan hikmah yang tiada habisnya.
Dan di antara karangan beliau yang sangat terkenal dan dibaca pada berbagai kesempatan di mana-mana termasuk di kota-kota di Indonesia, ialah risalah yang berisi kisah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan diberinya judul "Simthud Duror Fi Akhbar Maulid Khairil Basyar wa Ma Lahu min Akhlaq wa Aushaf wa Siyar (Untaian Mutiara Kisah Kelahiran Manusia Utama, Akhlak, Sifat dan Riwayat Hidupnya).

07 Februari 2010

MAULID AKBAR DI KEDIAMAN AL HABIB SYEKH BIN AA SOLO

Acara PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD Shollallohu 'alaihi wa sallam ini, Merupakan ACARA CENTRAL TAHUNAN Jama'ah Dzikr & Maulid "AHBAABUL MUSTHOFA". Yang di Laksanakan setahun sekali pada Hari Rabu terakhir bulan Rabi'ul Awwal. Bertempat di Kediaman BELIAU AL HABIB SYEKH BIN ABDUL QADIR ASSEGGAF Solo. dan InsyaAlloh Untuk tahun ini akan di Laksanakan di Serambi MASJID AGUNG SURAKARTA.
Di Harap kepada semua Jama'ah AHBAABUL MUSTHOFA dimanapun berada, untuk bisa hadir dalam acara tersebut.
Khusus di Bulan Rabi'ul Awwal, Dawuh dan saran Beliau Kepada Seluruh Jama'ah AHBAABUL MUSTHOFA baik yang dari Yogyakarta, Solo, Sragen, Purwodadi, Blora, Pati, Kudus, Jepara, Semarang, Wonosobo Juga yang dari Daerah lain. agar supaya bisa saling menghadiri Majlis majlis Sholawat di manapun berada. sekaligus sebagai Ajang Silaturahmi & anjangsana Jama'ah antar Kabupaten, untuk menyemarakkan Bulan yang Mulya yaitu bulan Kelahiran Baginda Nabi MUHAMMAD SAWW. Terlebih acara acara Sholawatan yang di Hadiri Oleh Beliau Al Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf. Semoga semua acara yang di Jadwalkan bisa berjalan dengan Sukses dengan Penuh Keberkahan, Amiiii...n.

(Abaephone_Cantric)

GROBOGAN BERSHOLAWAT BERSAMA AHBAABUL MUSTHOFA

Peringatan MAULID NABI MUHAMMAD SAWW ini, InsyaAlloh akan di Laksanakan selama 26 Hari.
Dengan JADWAL Acara:
1 - Mulai Tgl 14 Feb 2010 M / 1 Rabi'ul Awwal 1431 H s/d Tgl 25 Feb 2010 M / 12 Rabi'ul Awwal 1431 H.akan diisi dengan Pembacaan Sholawat ( Simthud Durror/Barzanji/ Addiba'/ Burdah ) di Masjid Agung "Baitul Makmur" Purwodadi. Yang dibaca secara bergiliran dalam setiap malamnya oleh perwakilan Jama'ah dari satu Kecamatan Se-Kabupaten Grobogan.
2 - Tgl 27 Feb 2010 M / 13 Rabi'ul Awwal 1431 H s/d Tgl 12 Maret 2010 M / 25 Rabi'ul Awwal 1431 H. akan diisi dengan Bazar, Bakti Sosial, Festival Rebana dari Jama'ah dan Siswa Sekolah yang di Koordinir oleh Para Remaja IPPNU Kab.Grobogan.
3- Tgl 12 Maret 2010 M / 26 Rabi'ul Awwal 1431 H.adalah PUNCAK ACARA yang di Laksanakan pada malam hari, mulai Pukul 19.30 s/d selesai.
InsyaAlloh akan di hadiri oleh:
- PARA HABAIB & MASYAYEKH
- HABIB SYEKH BIN ABDUL QADIR ASSEGGAF
- HABIB UMAR BIN AHMAD AL MUTHOHAR
- BUPATI Grobogan beserta Pejabat Pemerintah Daerah.
- Ketua DPRD Grobogan beserta Anggotanya
- Tamu Undangan
- Jama'ah-Jama'ah AhlusSunnah Wal Jama'ah & Ormas Islam, Khususnya Jama'ah "AHBAABUL MUSTHOFA" .
GROBOGAN BERSHOLAWAT ini, merupakan Acara Puncak dari Pengajian Lapanan "AHBAABUL MUSTHOFA PURWODADI" yang di adakan setiap Jum'at Wage malam Sabtu Kliwon. Bertempat di Masjid Agung "Baitul Makmur" Purwodadi. Untuk tahun ini, kebetulan 2 hari setelah ACARA MAULID AKBAR di Kediaman AL HABIB SYEKH BIN ABDUL QADIR ASSEGGAF (Setiap Rabu malam Kamis terakhir di Bulan Rabi'ul Awwal).

(Abaephone_Cantric)

01 Februari 2010

MAULID NABI BERSAMA HABIB SYEKH BIN AA DI PP. AL MASYHURI PURWODADI

Acara yang Bertepatan dengan hari Kelahiran Baginda Nabi MuhammaD Shollallohu 'alaihi wa sallam ini, di laksanakan secara Tahunan setiap Tanggal 12 Malam 13 Rabi'ul awwal.
Untuk memperingati :
- MULID NABI MUHAMMAD SAWW
- Haul KH. MUHAMMAD MANSHUR (Popongan) ,
- Haul KH. MASYHURI (Pendiri PP.Al Masyhuri) serta Masyayikh
- Khotmil Qur'an & Wisuda Santri PP. Al Masyhuri.
Dan InsyaAlloh untuk Tahun ini akan di Berkahi Oleh Beliau:
- KH. M. SALMAN DAHLAWI (Popongan Klaten).
- AL HABIB SYEKH BIN ABDUL QADIR ASSEGGAF (Solo).
- AL HABIB MUSTHOFA BIN MUHAMMAD AL IDRUS (Tuban)
Bertempat di Halaman PP AL MASYHURI Ngabean Purwodadi Grobogan (200 M ke arah timur dari Pendopo Kabupaten grobogan).

(Abaephone_Cantric)

06 Januari 2010

Nabi MUHAMMAD SAW Pengantar kalian Menuju Tujuan


KITA MANUSIA YANG TIDAK SEMPURNA,
KESEMPURNAAN AKAN KITA DAPATKAN DALAM KEBERSAMAAN.
CINTAILAH SAUDARAMU ...
SEBAGAIMANA ENGKAU MENYINTAI DIRIMU.
MUSLIM SATU DENGAN MUSLIM YANG LAIN …
BAGAIKAN BANGUNAN YANG SALING TERKAIT DAN MENGOKOHKAN.
KESEMPATAN KALIAN ADALAH ......
MODAL UTAMA DALAM MENCAPAI KEBERHASILAN.
SABAR ADALAH ............ KENDARAAN KALIAN.
TANTANGAN ADALAH ........ RAMBU-RAMBU KENI’MATAN.
SYUKUR ADALAH ........... HASIL KALIAN.
RIDHO ALLAH ADALAH ...... TUJUAN KALIAN.
NABI MUHAMMAD SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM, PENGANTAR KALIAN UNTUK MENUJU TUJUAN.
MARI KITA SALING MEMAAFKAN DAN MENDO’AKAN.
DOA KAMI SELALU MENYERTAI KALIAN.
Amin ...

(Bin Abdul Qadir Asseggaf)

27 November 2009

Dawuh AL-HABIB SYEKH ASSEGGAF di " HARI RAYA IEDUL ADHA 1430 H":


" Subhanallooh wal hamdulillah walaa ilaaha illallooh walloohu Akbar",
Yaa Allah bimbinglah kami untk senantiasa mengikuti ajaran dan tauladan serta keimanan dari Nabi dan Rosul yang telah engkau utus untuk keselamatan umat di dunia ini.
MINAL AIEDIIN WAL FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
(H. Syekh dan keluarga).


Assalamu 'alaikum
Yaa Allah berilah kpd kami kebaikan kebaikan yang Kau limpahkan di hari ini,
dan jauhkan dari semua penyebab turunnya bencana dan musibah, jauhkan kami dari rasa kepenatan hati ini.
lapangkan hati ini hingga kami selalu merasa tenang dan nikmat dalam menjalani kehidupan ini dan Ridhoilah langkah langkah kami. hilangkan semua keragu-raguan kami, sembuhkan penyakit penyakit kami, Akhiri usia kami dengan khusnul khotimah, amin.

Ketakutan adalah awal dari kegagalan
Keputus asaan adalah awal dari kehancuran
Keragu raguan akan membuahkan ragu itu sendiri
Yakinlah kita dalam memutuskan sesuatu kebaikan jangan takut dan jangan ragu, ketidak berhasilan kita jangan membuat kita ber putus asa. karena kesempatan masih menghadang kita untuk menghampiri di waktu yg telah di tentukan oleh-Nya.
Selamat berjuang untuk ke depan yg lebih baik.
Wa 'alaikum salam.

24 November 2009

Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf (Gresik)


Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf lahir di desa Besuki ( jawa timur ) sekitar tahun 1864 M. Sejak kecil telah menjadi yatim namun bakat kewaliaan dan kecintaan terhadap ilmu sudah nampak sejak umur 3 tahun. Hati beliau telah mendapat cahaya Ladunni dari alloh SWt ini terbukti ketika beliau masih berumur 3 tahun telah mampu mengingat berbagai peristiwa dan kejadian yang telah menimpa dirinya.

Usia 8 tahun tepatnya tahun 1856 M Habib Abubakar dikirim oleh ibunya ke tanah leluhurnya di Sewun tarim Yaman Selatan. Di sana beliau di asuh dan dididik oleh pamannya Habib Syech bin Umar assegaf seorang Tokoh Ulama termasyhur di kota Sewun. Kecerdasan dan kejernihan Hati yang di miliki habib Abubakar Assegaf mampu menguasai beberapa bidang ilmu walaupun usianya masih relatif muda. Pamannya tak segan-segan mengajak keponakannya untuk menghadiri majlis majlis ilmu di kota Sewun dan menanamkan rasa kecintaan terhadap Alloh SWT dengan mengajari prilaku prilaku shalafus Sholeh seperti Sholat Tahajut dan puasa puasa sunnah.
Di sewun habib Abubakar assegaf belajar juga kepada Habib Ali bin Muhammad Al habsyi ( pengarang Simtut Durror) dan menjadi murid kesayangannya. Pertama kali melihat Habib Abubakar assegaf , Habib Ali bin Muhammad al habsyi telah melihat tanda-tanda kewaliaan dan kelak akan menjadi ulama yang memiliki kedudukan dan derajat yang Mulia. Beliau juga belajar kepada al Habib Muhammad bin Ali Assegaf, al Habib Idrus bin Umar al-Habsyi, al Habib Ahmad bin Hasan al-Atthas, al Habib Abdurrahman al-Masyhur, juga putera beliau al Habib Ali bin Abdurrahman al-Masyhur, dan juga al Habib Syekh bin Idrus al-Idrus dan masih banyak lagi guru beliau yang lainnya.
Tahun 1881 M habib Abubakar Assegaf kembali ke Tanah air dan Mulai melakukan ritual dakwahnya. Walaupun beliau memiliki Ilmu yang cukup mumpuni namun kerendahan hati untuk menghargai para ulama-ulama Sepuh di tanah air beliau tak segan segan untuk belajar dan minta ijazah serta barokah dari para ulama-ulama sepuh seperti Habib Abdullah bin Muhsin al-Atthas, al Habib Abdullah bin Ali al-Haddad, al Habib Ahmad bin Abdullah al-Atthas, al Habib Abubakar bin Umar bin Yahya, al Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi,al Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdlar, dan lain sebagainya.
Selama beberapa tahun berdakwah datanglah kegundahan hatinya , kerinduan terhadap Alloh dan Rosulnya hingga akhirnya beliau mengasingkan diri dari hirup pikuk dunia dan selama itu pula di habiskan waktunya untuk beribadah mutlak kepada Alloh , hampir 15 tahun lamanya habib Abu bakar Assegaf mengasingkan diri dari dunia ( berkhalwat) hingga akhirnya Gurunya habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi menemuinya dan mengajaknya untuk berhenti berkhalwat dan kembali untuk berdakwah. Demi menghargai sang guru akhirnya Habib Abubakar Assegaf kembali melanjutkan dakwahnya . Dengan di rangkul dan di gandeng oleh gurunya habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi , habib Abubakar Assegaf di kenalkan kepada para Jama’ah dam murid muridnya “Ini al Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf termasuk mutiara berharga dari simpanan keluarga Ba ‘Alawi, kami membukanya agar bisa menularkan manfaat bagi seluruh manusia”. Habib Abubakar assegaf membuka Majlis Ta’lim di rumahnya. Kedalaman dan kejernihan hati yang dimilikinya telah melahirkan banyak murid murid yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. Beliau selalu mendoakan murid-muridnya tat kala beliau menunaikan sholat malam . habib Abubakar di samping sebagai ahli ilmi juga sebagai ahli berkah yang dapat memberikan keberkahan kepada siapapun yang datang kepadanya. Beliau menjadi rujukan dan referensi ilmu di tanah air. Tahun 1955 dalam usia 91 tahun habib Abubakar bin Muhammad assegaf wafat dan beliau dimakamkan di Kota Gresik jawa timur.

08 November 2009

Syi'ir Jawa Khas "AHBAABUL MUSTHOFA"

Sholli wasallim daa iman alah mada
Sholli wasallim daa iman alah mada
Wal ali wal ashaa biman qod wah hada
Wal ali wal ashaa biman qod wah hada

==================================

Eman lo wong Islam, ninggal Sholat wengi
Sak ben dalu turu, ora gelem tangi
Sholat wengi ngono, disenengi Gusti
Sopo gelem nyuwun, pasti di paringi

Sholat limang waktu, ayo podo njogo
Jama'ah nang masjid, bareng sak kluwargo
Ganjarane slawe, celengan suwargo
Malah biso dadi, pitu likur ugo


Yen Sholat kesusu, ora biso pernah
Rukuk lan sujude, ditoto sing genah
Sing khusyu' lan khudhur, ugo tumakninah
Ngerteni sing wajib, lan ngerti sing sunah


Yen rumongso sugih, itungen donyone
Bagiane Zakat, ojo dilalekne
Dulur karo tonggo, sing podo miskine
kabeh podo nunggu, zakat bagiane

Yen karo tonggone, Sing apik atine
Yen kahanan longgar, mikiro butuhe
Sajak perlu utang, enggal di peringne
Nanging ojo nganti, njaluk anak ane


Ayo do ngurangi, nonton televisi
Timbang nonton TV, luweh becik ngaji
"Ahbaabul Musthofa" wadah kanggo ngaji
Kumpul poro Habaib lan poro Kyai


Eman lo wong ngaji, campur lanang wadon
Campur lanang wadon, lamun dudu mahrom
Biso biso malah, nglakoni sing harom
Ilmu gak manfa'at, rusak malah klakon

Lanang karo wadon, manggon sepi sepi
Nyanding senggal senggol koyok kebo sapi
Ngunu kuwi duso, nurut poro nabi
Ojo di terusno, yen durung di rabi

24 September 2009

Karakter Tawassuth, Tawazun, I'tidal, dan Tasamuh dalam Aswaja

Ada tiga ciri utama ajaran Ahlussunnah wal Jamaah atau kita sebut dengan Aswaja yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya:

Pertama, at-tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Ini disarikan dari firman Allah SWT:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً

Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian. (QS al-Baqarah: 143).

Kedua at-tawazun atau seimbang dalam segala hal, terrnasuk dalam penggunaan dalil 'aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits). Firman Allah SWT:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

Sunguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. (QS al-Hadid: 25)

Ketiga, al-i'tidal atau tegak lurus. Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu sekalian menjadi orang-orang yang tegak membela (kebenaran) karena Allah menjadi saksi (pengukur kebenaran) yang adil. Dan janganlah kebencian kamu pada suatu kaum menjadikan kamu berlaku tidak adil. Berbuat adillah karena keadilan itu lebih mendekatkan pada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS al-Maidah: 8)

Selain ketiga prinsip ini, golongan Ahlussunnah wal Jama'ah juga mengamalkan sikap tasamuh atau toleransi. Yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama. Namun bukan berarti mengakui atau membenarkan keyakinan yang berbeda tersebut dalam meneguhkan apa yang diyakini. Firman Allah SWT:

فَقُولَا لَهُ قَوْلاً لَّيِّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى

Maka berbicaralah kamu berdua (Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS) kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut dan mudah-mudahan ia ingat dan takut. (QS. Thaha: 44)

Ayat ini berbicara tentang perintah Allah SWT kepada Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS agar berkata dan bersikap baik kepada Fir'aun. Al-Hafizh Ibnu Katsir (701-774 H/1302-1373 M) ketika menjabarkan ayat ini mengatakan, "Sesungguhnya dakwah Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS kepada Fir'aun adalah menggunakan perkataan yang penuh belas kasih, lembut, mudah dan ramah. Hal itu dilakukan supaya lebih menyentuh hati, lebih dapat diterima dan lebih berfaedah". (Tafsir al-Qur'anil 'Azhim, juz III hal 206).

Dalam tataran praktis, sebagaimana dijelaskan KH Ahmad Shiddiq bahwa prinsip-prinsip ini dapat terwujudkan dalam beberapa hal sebagai berikut: (Lihat Khitthah Nahdliyah, hal 40-44)

1. Akidah.
a. Keseimbangan dalam penggunaan dalil 'aqli dan dalil naqli.
b. Memurnikan akidah dari pengaruh luar Islam.
c. Tidak gampang menilai salah atau menjatuhkan vonis syirik, bid'ah apalagi kafir.

2. Syari'ah
a. Berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadits dengan menggunanakan metode yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
b. Akal baru dapat digunakan pada masalah yang yang tidak ada nash yang je1as (sharih/qotht'i).
c. Dapat menerima perbedaan pendapat dalam menilai masalah yang memiliki dalil yang multi-interpretatif (zhanni).

3. Tashawwuf/ Akhlak
a. Tidak mencegah, bahkan menganjurkan usaha memperdalam penghayatan ajaran Islam, selama menggunakan cara-cara yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam.
b. Mencegah sikap berlebihan (ghuluw) dalam menilai sesuatu.
c. Berpedoman kepada Akhlak yang luhur. Misalnya sikap syaja’ah atau berani (antara penakut dan ngawur atau sembrono), sikap tawadhu' (antara sombong dan rendah diri) dan sikap dermawan (antara kikir dan boros).

4. Pergaulan antar golongan
a. Mengakui watak manusia yang senang berkumpul dan berkelompok berdasarkan unsur pengikatnya masing-masing.
b. Mengembangkan toleransi kepada kelompok yang berbeda.
c. Pergaulan antar golongan harus atas dasar saling menghormati dan menghargai.
d. Bersikap tegas kepada pihak yang nyata-nyata memusuhi agama Islam.

5. Kehidupan bernegara
a. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indanesia) harus tetap dipertahankan karena merupakan kesepakatan seluruh komponen bangsa.
b. Selalu taat dan patuh kepada pemerintah dengan semua aturan yang dibuat, selama tidak bertentangan dengan ajaran agama.
c. Tidak melakukan pemberontakan atau kudeta kepada pemerintah yang sah.
d. Kalau terjadi penyimpangan dalam pemerintahan, maka mengingatkannya dengan cara yang baik.

6. Kebudayaan
a. Kebudayaan harus ditempatkan pada kedudukan yang wajar. Dinilai dan diukur dengan norma dan hukum agama.
b. Kebudayaan yang baik dan ridak bertentangan dengan agama dapat diterima, dari manapun datangnya. Sedangkan yang tidak baik harus ditinggal.
c. Dapat menerima budaya baru yang baik dan melestarikan budaya lama yang masih relevan (al- muhafazhatu 'alal qadimis shalih wal akhdu bil jadidil ashlah).

7. Dakwah
a. Berdakwah bukan untuk menghukum atau memberikan vonis bersalah, tetapi mengajak masyarakat menuju jalan yang diridhai Allah SWT.
b. Berdakwah dilakukan dengan tujuan dan sasaran yang jelas.
c. Dakwah dilakukan dengan petunjuk yang baik dan keterangan yang jelas, disesuaikan dengan kondisi dan keadaan sasaran dakwah.


KH Muhyidin Abdusshomad

POPULER DI BACA

Mengonfigurasi HTML/JavaScript