05 Agustus 2009

MALAM NISHFU SYA'BAN BERSAMA KYAIKU

Assalamu'alaikum, para rekan yang budiman. bila nishfu sya'ban tiba, saya selalu ingat dengan perjalanan yang selalu terkenang sebagai pengalaman yang ilmiah dari sosok Kyai guru saya yaitu KH.Faqih Imam Sarang Rembang.
Entah itu kapan..., Kurang lebih tahun 1997 atau 1998 Masehi. yang pasti seingat saya bertepatan tgl 14 sya'ban. beberapa rombongan mungkin 6 atau 7 bis yang setiap kaca depan bis dilekati selembar kertas bertuliskan "Rombongan Ziarah Madrasah Ghozaliyah Sarang Rembang ...". berjalan beriringan datang dari pesisir utara yang saya tahu tujuan pertama ke makam sunan ampel.
Sebagian Lenggah didalamnya ada beberapa Masyayekh yang salah satunya adalah Almaghfurlah KH. Faqih Imam. sewaktu perjalanan akan keluar dari wilayah lamongan hari sudah petang menunjukkan maghrib tidak akan lama lagi. disela sela para penumpang menikmati perjalanan beliau memanggil saya dan ngendikan "...Mengko yen maghrib kok durung tekan suroboyo, buh tekan ngendi yen ono masjid mengko awake dewe mudun wae. bis-e rombongan ben langsung nok ngampel...". Saya masih bertanya dalam hati... ada apa ya?, mau tanya menurut saya kurang sopan, gak tanya pikir saya terus nanti kesananya [ngampel] bagaimana?. akhirnya saya diam saja, e.. jenenge santri yo pokok'e ndereke ae, ngestoaken dawuh kyai. 
Benar..., saat maghrib tiba kebetulan juga jalan macet sehingga lalu lintas berjalan 'gremet'. spontan beliau dawuh "Ayo muduk wis ono suoro adzan Maghrib", akhirnya saya nderekke beliau turun ditengah perjalanan sekitar daerah Gresik, ya cuma kami berdua yang turun. Rombongan pun terus melanjutkan perjalanan menuju surabaya. Setelah sebentar berjalan kami menemukan masjid di pinggir jalan, entah tepatnya di daerah mana saya lupa. begitu masuk masjid beliaupun dawuh lagi "Bengi iki pas nishfu sya'ban wis dadi wadzifah-ku tiap tahun saben bar maghribe nishfu sya'ban moco yasin ping telu, dadi piye piye lan yo opo kahanane aku raiso ninggalke, koyok surup iki" begitu yang beliau dawuhkan saat itu. Setelah sholat maghrib saya pun nderekke beliau membaca surat yasin tiga kali yang di ikuti do'a do'a hingga usai. E... keluar dari masjid, ono... ono ae, yen nderekke kyai iku InsyaAlloh penak tembe burine. bertemu dengan seseorang yang bilang katanya pernah di Pondok Sarang, we delalah... akhirnya kami sampai di surabaya dengan tanpa kangelan karena di antar oleh Alumni tersebut, ha ha ha.... [saya nulis/ngetik ini pas liat mbah surip ketawa di in memorium acara salah satu stasiun tv. tepat pukul 17.41 wib, 05-agustus-2009/ 14-Sya'ban-1430] berhubung hampir maghrib dan meh nisyfu sya'banan, cut dulu ah...nanti sambung lagi.

Selanjutnya...
Setelah kejadian itu dalam setahun, kapan nishfu sya'ban tiba pasti saya ingat akan perjalanan itu sekaligus sebagai pengiling untuk selalu ngiling ngiling wadhifah tersebut, yang kadang kita wegah/males nglampahi malah kadang melupakan.
Dengan harapan... semoga dengan wadhifah tersebut bisa menambah amal khoir kita, dan selalu mendapat Ridlo Alloh subhanahu wa ta'ala di beri panjang umur bi tho'atillah wa bitho'ati rasulillah, tho'at kepada yang harus kita tho'ati, diberi selamat dari poncoboyo di jauhkan dari sambikolo dan di beri rizqy yang banyak halal berkah begitu juga apa yang menjadi hajat dan maqsud kita mendapat ijabah dari Alloh Ta'ala, amin amin ya robbal 'alaamiin.
Semoga Bermanfa'at.
Wassalamu 'Alaikum

Penulis: Muhammad MiftahudDhuha 
(Pengasuh PP.AlMasyhuri Grobogan & Pendiri Syekhermania)


****************
TENTANG MALAM NISHFU SYA'BAN:
Nisfu Sya’ban adalah hari atau tanggal yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban (Istilah orang jawa bulan Ruwah). dalam kalangan Islam, malam itu biasanya diisi dengan pembacaan Surat Yaasin tiga kali secara pribadi atau berjamaah. dengan niatan semoga diberi umur panjang, dijauhkan dari bala' dan ditetapkan imannya, serta diberi rizqy yang banyak, manfa'at dan barokah.

Hal ini karena diyakini pada malam tersebut Allah akan memberikan keputusan tentang nasib seseorang selama setahun ke depan. 
Adapun keutamaan malam nisfu Sya’ban diterangkan dalam kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.
beliau mengatakan bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). 
Menurut Imam Al-Ghazali menyampaikan pula bahwa: 
- Pada malam ke-13 bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. 
- Pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. 
- Pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karena pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT. istilahnya pengumpulan buku raport dari semua manusia.
Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfiroh, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang shaleh.
Dibawah ini adalah Do'a, Amaliah & Kaifiyyah malam Nishfu Sya'ban:
Do'a ini dibaca usai Sholat Maghrib, tepatnya setelah membaca surat Yasin 3 Kali.




Adapun cara atau kaifiyahnya:
1. Setelah kita membaca surat yasin yang petama, kemudian kita membaca do'a di atas 1 kali. dengan disertai niat, semoga kita di beri panjang umur yang manfa'at bi tho'atillah.
2. Setelah kita membaca surat yasin yang kedua, kemudian kita membaca do'a di atas 1 kali lagi. dengan disertai niat, semoga kita di jauhkan dari bala' oleh Alloh SWT.
3. Setelah kita membaca surat yasin yang ketiga, kemudian kita membaca do'a di atas 1 kali lagi. dengan disertai niat, Tidak ada ketergantungan dengan orang lain dan semoga kita di beri Rizqy yang cukup manfa'at barokah oleh Alloh SWT.

Beberapa Pendapat dari Para 'Ulama' :
1.Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jilaniy berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)
2.Berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu: malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).
3.Dikutip dari buku al-Fawaaidul Mukhtaaroh Diceritakan bahwa Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy berkata, “Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan sholawat kepada Nabi saw, karena ayat Innallaaha wa malaaikatahuu yushalluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu. (Ma Dza Fiy Sya’ban?)

Semoga kita selalu mendapat Rahmat & Hidayah dari alloh Subhanahu wa Ta'alaa, amiin.
Wallohu a'lam - Semoga Bermanfa'at.


POPULER DI BACA

Mengonfigurasi HTML/JavaScript