27 Oktober 2010

Foto Mbah Maridjan wafat posisi bersujud, dengan mengemban amanah Hb IX

MBAH MARIDJAN yang di beri amanah oleh Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Juru Kunci Gunung Merapi.
-Foto posisi wafat Mbah Maridjan-

Amanah itu diembannya dengan setia hingga Akhir hayat beliau layaknya sebagai Juru Kunci.
Berita keberadaan Mbah Maridjan yang sempat simpang siur saat Gunung Merapi meletus 26 oktober 2010. ada yang memberitakan selamat tapi dengan keadaan lemas dan tidak mau turun ke bawah. tetapi setelah TIM Penyelamat melakukan pencarian kembali pada Esok paginya. Mereka menemukan sosok Jenazah di dalam rumah beliau (Mbah Maridjan). InsyaAlloh dan kemungkinan besar itu jasad beliau dan Subhanalloh ! di ketemukan Wafat dengan posisi bersujud di kamar. semoga beliau meninggal Dunia dalam ke Husnul Khotimahan, amin.



Keberadaan Mbah Maridjan saat Gunung Merapi Meletus 2010

Tentang Misteri keberadaan Mbah Maridjan saat Gunung Merapi meletus, sementara pemberitaan dari Media:
[detik news]
-Jakarta , Akhirnya kondisi Mbah Maridjan kuncen Gunung Merapi bisa dipastikan. Dia selamat dari awan panas muntahan Gunung Merapi. Kini Mbah Maridjan masih berada di atas di lereng Merapi, dalam kondisi lemas.
"Mbah Maridjan selamat, tapi dalam kondisi lemas," kata anggota TNI, Kolonel (Laut) Pramono di lokasi pengungsian di Hargobinangun, Sleman, Senin (26/10/2010). Pramono merupakan salah satu personel tim evakuasi yang ikut menyisir rumah Mbah Maridjan sekitar pukul 22.00 WIB tadi.
Tim evakuasi akhirnya menemukan Mbah Maridjan dalam kondisi lemas dan memberikan pertolongan. Namun Mbah Maridjan masih belum mau dibawa turun ke bawah. "Sekarang masih di atas," tutup Pramono.
Pramono datang bersama tim evakuasi ke lokasi rumah Mbah Maridjan di Desa Kinahrejo. Jalan menuju rumah Mbah Maridjan mencekam, karena terbakar. Di sana masih ada titik api. Hawa juga terasa panas. Banyak pohon bertumbangan dan mayat bergelimpangan di dekat rumah Mbah Maridjan.
Saat tim naik ke atas, lokasi masih panas, api masih terlihat di beberapa sudut. Kondisi rumah Mbah Maridjan sendiri hancur terbakar.
sumber : detik news
http://m.detik.com/read/2010/10/27/000510/1476062/10/mbah-maridjan-selamat-tapi-dalam-kondisi-lemas?991102605

- Dan kabar atau informasi terakhir yang berkembang dari Media, detik news: Mbah Maridjan Ditemukan Meninggal Dunia dalam Posisi Sujud.
(kemungkinan ini foto jenazah Mbah Maridjan saat di Evakuasi)
 " InnalilLahi wainnaa ilaihi roojiun ", Semoga Beliau betul betul Wafat dalam keadaan yang Khusnul Khotimah. Amin

08 September 2010

๑۩๑ Do'a dan Permohonan Al Habib Syekh AA (Lebaran 1431 H) ๑۩๑


"Ya Allah..., muliakanlah semua jamaah Ahbaabul Musthofa kami.

Lapangkanlah Hati mereka dan Bahagiakanlah Keluarga mereka.

Luaskanlah rejeki mereka. Mudahkanlah segala Urusan mereka.

Jauhkanlah dari segala Penyakit, juga dari Fitnah, Prasangka keji dan Sifat Mungkar.

Serta Terimalah semua Amal Ibadah mereka dan ...

Kelak jadikan mereka sebagai Penghuni Surga-Mu bersama Al-Musthofa, Aamiin ya Robb ! "

Di penghujung Ramadhan ini izinkan kami & keluarga

Mohon maaf lahir dan bathin,

Selamat Hari Raya Iedul Fithri 1431 H minal 'A-idin wal Faizin


(H. Syeh AA dan keluarga)


๑۩๑ Ja'alana Allohu wa iyyakum Minal 'aidin wal Faaizin ๑۩๑


"Dengan sucinya Hati, Semoga kita bersama sama di pertemukan dengan Beliau Kanjeng Nabi MuhammaD ShollaAllohu 'alaihi wa sallam untuk memperoleh cakupan Syafa'at BELIAU dalam menuju Ketauhidan dan Ridlo Alloh Subhanahu wa Ta'alaa" 
(Admin)





๑۩๑ Mohon Maaf Lahir & Bathin 1431 H ๑۩๑

Katur Dumatheng Sederek & Rencang rencang:

Rinenggo suminaring suryo dinten Fithri, Cinondro resik ing wardoyo.

“ Sugeng Mangayubagyo ‘Aidul Fithri “

Nyuwun Agunging samudro Pangaksami sedoyo kalepatan,

Minal ‘Aidin wal Faaizin, Mugi mugi kitho tansah winengku ing karahayon.

Gesang Pikantuk Ridlo Allah Subhanahu wa Ta’alaa, Amiii .. n

1 Syawal 1431 H - Mohon Maaf Lahir & Bathin

(Abae Robieth)

11 Agustus 2010

Dawuh Al Habib Syekh AA di awal Romadhon 1431 H.

KATA yg indah adalah "ALLAH",


LAGU yg merdu adalah "ADZAN",

MEDIA yg terbaik adalah "ALQURAN",

SENAM yg sehat adalah "SHALAT",

DIET yg sempurna adalah "PUASA",

KEBERSIHAN yang meyegarkan adalah "WUDHU",

PERJALANAN yang indah adalah "HAJI",

KHAYALAN yg baik adalah ingat "DOSA & TAUBAT",

menjelang bulan Suci ini ....Saya sekeluarga mohon maaf Lahir & Bathin,

"MARHABAN YA RAMADHAN..."

(Hb. Syekh bin Abdul qadir Assegaf)

24 Juni 2010

Dunia bukan tempat tinggal kita yang abadi

Dunia bukan tempat tinggal kita yang abadi
Dunia hanya jalan menuju hidup nanti
Bertaqwalah selalu di mana kita berada
Dan… bersihkan hati mu dari segala noda



Kalau kita ridho dengan pemberian Allah
Kita akan terlepas dari semua bentuk kesusahan.
Begitu sebaliknya kalau kita tidak ridho
Pasti hidup kita selalu dalam keraguan



Carilah teman yg mengajak kebaikan
Dan berilmu serta  saling mengingatkan.
Jauhilah teman yg selalu mengajak...
Kejalan kesesatan dan kemaksiatan.



Sholatlah dengan hati yang hadir
Dan jangan lupa dengan mengingat kematian.
Ber-amal-lah dengan ikhlas dan jangan mengharap sanjungan.
Berbuat baiklah selalu, utamakan keluarga dekat dalam bantuan
Tapi... juga jangan lupa dengan teman maupun lawan.

12 Juni 2010

AL HABIB 'ALI BIN MUHAMMAD AL HABSYI -SHOHIBUL SIMTHUD DUROR-

Bimbingan dan asuhan beliau seperti ini telah memberinya hasil kepuasan yang tak terhingga dengan menyaksikan banyak sekali di antara murid-muridnya yang berhasil mencapai apa yang dicitakannya, kemudian meneruskan serta menyiarkan ilmu yang telah mereka peroleh, bukan sahaja di daerah Hadhramaut, tetapi tersebar luas di beberapa negeri lainnya - di Afrika dan Asia, termasuk di Indonesia.
Di tempat-tempat itu, mereka mendirikan pusat-pusat dakwah dan penyiaran agama, mereka sendiri menjadi perintis dan pejuang yang gigih, sehingga mendapat tempat terhormat dan disegani di kalangan masyarakat setempat. Pertemuan-pertemuan keagamaan diadakan pada berbagai kesempatan. Lembaga-lembaga pendidikan dan majlis-majlis ilmu didirikan di banyak tempat, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan dalam ruang lingkup yang luas sekali.
Beliau meninggal dunia di kota Seiwun, Hadhramaut, pada hari Ahad 20 Rabi’ul Akhir 1333 H dan meninggalkan beberapa orang putera yang telah memperoleh pendidikan sebaik-baiknya dari beliau sendiri, yang meneruskan cita-cita beliau dalam berdakwah dan menyiarkan agama.
Di antara putera-putera beliau yang dikenal di Indonesia ialah puteranya yang bungsu: Al-Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, pendiri Masjid "Riyadh" di kota Solo (Surakarta). Beliau dikenal sebagai pribadi yang amat luhur budi pekertinya, lemah-lembut, sopan-santun, serta ramah-tamah terhadap siapa pun terutama kaum yang lemah, fakir miskin, yatim piatu dan sebagainya. Rumah kediamannya selalu terbuka bagi para tamu dari berbagai golongan dan tidak pernah sepi dari pengajian dan pertemuan-pertemuan keagamaan.Beliau meninggal dunia di kota Palembang pada tanggal 20 Rabi’ul Awal 1373 H dan dimakamkan di kota Surakarta. Banyak sekali ucapan Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi yang telah dicatat dan dibukukan, di samping tulisan-tulisannya yang berupa pesan-pesan ataupun surat-menyurat dengan para ulama di masa hidupnya, juga dengan keluarga dan sanak kerabat, kawan-kawan serta murid-murid beliau, yang semuanya itu merupakan perbendaharaan ilmu dan hikmah yang tiada habisnya.
Dan di antara karangan beliau yang sangat terkenal dan dibaca pada berbagai kesempatan di mana-mana termasuk di kota-kota di Indonesia, ialah risalah yang berisi kisah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan diberinya judul "Simthud Duror Fi Akhbar Maulid Khairil Basyar wa Ma Lahu min Akhlaq wa Aushaf wa Siyar (Untaian Mutiara Kisah Kelahiran Manusia Utama, Akhlak, Sifat dan Riwayat Hidupnya).

07 Februari 2010

MAULID AKBAR DI KEDIAMAN AL HABIB SYEKH BIN AA SOLO

Acara PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD Shollallohu 'alaihi wa sallam ini, Merupakan ACARA CENTRAL TAHUNAN Jama'ah Dzikr & Maulid "AHBAABUL MUSTHOFA". Yang di Laksanakan setahun sekali pada Hari Rabu terakhir bulan Rabi'ul Awwal. Bertempat di Kediaman BELIAU AL HABIB SYEKH BIN ABDUL QADIR ASSEGGAF Solo. dan InsyaAlloh Untuk tahun ini akan di Laksanakan di Serambi MASJID AGUNG SURAKARTA.
Di Harap kepada semua Jama'ah AHBAABUL MUSTHOFA dimanapun berada, untuk bisa hadir dalam acara tersebut.
Khusus di Bulan Rabi'ul Awwal, Dawuh dan saran Beliau Kepada Seluruh Jama'ah AHBAABUL MUSTHOFA baik yang dari Yogyakarta, Solo, Sragen, Purwodadi, Blora, Pati, Kudus, Jepara, Semarang, Wonosobo Juga yang dari Daerah lain. agar supaya bisa saling menghadiri Majlis majlis Sholawat di manapun berada. sekaligus sebagai Ajang Silaturahmi & anjangsana Jama'ah antar Kabupaten, untuk menyemarakkan Bulan yang Mulya yaitu bulan Kelahiran Baginda Nabi MUHAMMAD SAWW. Terlebih acara acara Sholawatan yang di Hadiri Oleh Beliau Al Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf. Semoga semua acara yang di Jadwalkan bisa berjalan dengan Sukses dengan Penuh Keberkahan, Amiiii...n.

(Abaephone_Cantric)

GROBOGAN BERSHOLAWAT BERSAMA AHBAABUL MUSTHOFA

Peringatan MAULID NABI MUHAMMAD SAWW ini, InsyaAlloh akan di Laksanakan selama 26 Hari.
Dengan JADWAL Acara:
1 - Mulai Tgl 14 Feb 2010 M / 1 Rabi'ul Awwal 1431 H s/d Tgl 25 Feb 2010 M / 12 Rabi'ul Awwal 1431 H.akan diisi dengan Pembacaan Sholawat ( Simthud Durror/Barzanji/ Addiba'/ Burdah ) di Masjid Agung "Baitul Makmur" Purwodadi. Yang dibaca secara bergiliran dalam setiap malamnya oleh perwakilan Jama'ah dari satu Kecamatan Se-Kabupaten Grobogan.
2 - Tgl 27 Feb 2010 M / 13 Rabi'ul Awwal 1431 H s/d Tgl 12 Maret 2010 M / 25 Rabi'ul Awwal 1431 H. akan diisi dengan Bazar, Bakti Sosial, Festival Rebana dari Jama'ah dan Siswa Sekolah yang di Koordinir oleh Para Remaja IPPNU Kab.Grobogan.
3- Tgl 12 Maret 2010 M / 26 Rabi'ul Awwal 1431 H.adalah PUNCAK ACARA yang di Laksanakan pada malam hari, mulai Pukul 19.30 s/d selesai.
InsyaAlloh akan di hadiri oleh:
- PARA HABAIB & MASYAYEKH
- HABIB SYEKH BIN ABDUL QADIR ASSEGGAF
- HABIB UMAR BIN AHMAD AL MUTHOHAR
- BUPATI Grobogan beserta Pejabat Pemerintah Daerah.
- Ketua DPRD Grobogan beserta Anggotanya
- Tamu Undangan
- Jama'ah-Jama'ah AhlusSunnah Wal Jama'ah & Ormas Islam, Khususnya Jama'ah "AHBAABUL MUSTHOFA" .
GROBOGAN BERSHOLAWAT ini, merupakan Acara Puncak dari Pengajian Lapanan "AHBAABUL MUSTHOFA PURWODADI" yang di adakan setiap Jum'at Wage malam Sabtu Kliwon. Bertempat di Masjid Agung "Baitul Makmur" Purwodadi. Untuk tahun ini, kebetulan 2 hari setelah ACARA MAULID AKBAR di Kediaman AL HABIB SYEKH BIN ABDUL QADIR ASSEGGAF (Setiap Rabu malam Kamis terakhir di Bulan Rabi'ul Awwal).

(Abaephone_Cantric)

01 Februari 2010

MAULID NABI BERSAMA HABIB SYEKH BIN AA DI PP. AL MASYHURI PURWODADI

Acara yang Bertepatan dengan hari Kelahiran Baginda Nabi MuhammaD Shollallohu 'alaihi wa sallam ini, di laksanakan secara Tahunan setiap Tanggal 12 Malam 13 Rabi'ul awwal.
Untuk memperingati :
- MULID NABI MUHAMMAD SAWW
- Haul KH. MUHAMMAD MANSHUR (Popongan) ,
- Haul KH. MASYHURI (Pendiri PP.Al Masyhuri) serta Masyayikh
- Khotmil Qur'an & Wisuda Santri PP. Al Masyhuri.
Dan InsyaAlloh untuk Tahun ini akan di Berkahi Oleh Beliau:
- KH. M. SALMAN DAHLAWI (Popongan Klaten).
- AL HABIB SYEKH BIN ABDUL QADIR ASSEGGAF (Solo).
- AL HABIB MUSTHOFA BIN MUHAMMAD AL IDRUS (Tuban)
Bertempat di Halaman PP AL MASYHURI Ngabean Purwodadi Grobogan (200 M ke arah timur dari Pendopo Kabupaten grobogan).

(Abaephone_Cantric)

06 Januari 2010

Nabi MUHAMMAD SAW Pengantar kalian Menuju Tujuan


KITA MANUSIA YANG TIDAK SEMPURNA,
KESEMPURNAAN AKAN KITA DAPATKAN DALAM KEBERSAMAAN.
CINTAILAH SAUDARAMU ...
SEBAGAIMANA ENGKAU MENYINTAI DIRIMU.
MUSLIM SATU DENGAN MUSLIM YANG LAIN …
BAGAIKAN BANGUNAN YANG SALING TERKAIT DAN MENGOKOHKAN.
KESEMPATAN KALIAN ADALAH ......
MODAL UTAMA DALAM MENCAPAI KEBERHASILAN.
SABAR ADALAH ............ KENDARAAN KALIAN.
TANTANGAN ADALAH ........ RAMBU-RAMBU KENI’MATAN.
SYUKUR ADALAH ........... HASIL KALIAN.
RIDHO ALLAH ADALAH ...... TUJUAN KALIAN.
NABI MUHAMMAD SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM, PENGANTAR KALIAN UNTUK MENUJU TUJUAN.
MARI KITA SALING MEMAAFKAN DAN MENDO’AKAN.
DOA KAMI SELALU MENYERTAI KALIAN.
Amin ...

(Bin Abdul Qadir Asseggaf)

27 November 2009

Dawuh AL-HABIB SYEKH ASSEGGAF di " HARI RAYA IEDUL ADHA 1430 H":


" Subhanallooh wal hamdulillah walaa ilaaha illallooh walloohu Akbar",
Yaa Allah bimbinglah kami untk senantiasa mengikuti ajaran dan tauladan serta keimanan dari Nabi dan Rosul yang telah engkau utus untuk keselamatan umat di dunia ini.
MINAL AIEDIIN WAL FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
(H. Syekh dan keluarga).


Assalamu 'alaikum
Yaa Allah berilah kpd kami kebaikan kebaikan yang Kau limpahkan di hari ini,
dan jauhkan dari semua penyebab turunnya bencana dan musibah, jauhkan kami dari rasa kepenatan hati ini.
lapangkan hati ini hingga kami selalu merasa tenang dan nikmat dalam menjalani kehidupan ini dan Ridhoilah langkah langkah kami. hilangkan semua keragu-raguan kami, sembuhkan penyakit penyakit kami, Akhiri usia kami dengan khusnul khotimah, amin.

Ketakutan adalah awal dari kegagalan
Keputus asaan adalah awal dari kehancuran
Keragu raguan akan membuahkan ragu itu sendiri
Yakinlah kita dalam memutuskan sesuatu kebaikan jangan takut dan jangan ragu, ketidak berhasilan kita jangan membuat kita ber putus asa. karena kesempatan masih menghadang kita untuk menghampiri di waktu yg telah di tentukan oleh-Nya.
Selamat berjuang untuk ke depan yg lebih baik.
Wa 'alaikum salam.

24 November 2009

Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf (Gresik)


Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf lahir di desa Besuki ( jawa timur ) sekitar tahun 1864 M. Sejak kecil telah menjadi yatim namun bakat kewaliaan dan kecintaan terhadap ilmu sudah nampak sejak umur 3 tahun. Hati beliau telah mendapat cahaya Ladunni dari alloh SWt ini terbukti ketika beliau masih berumur 3 tahun telah mampu mengingat berbagai peristiwa dan kejadian yang telah menimpa dirinya.

Usia 8 tahun tepatnya tahun 1856 M Habib Abubakar dikirim oleh ibunya ke tanah leluhurnya di Sewun tarim Yaman Selatan. Di sana beliau di asuh dan dididik oleh pamannya Habib Syech bin Umar assegaf seorang Tokoh Ulama termasyhur di kota Sewun. Kecerdasan dan kejernihan Hati yang di miliki habib Abubakar Assegaf mampu menguasai beberapa bidang ilmu walaupun usianya masih relatif muda. Pamannya tak segan-segan mengajak keponakannya untuk menghadiri majlis majlis ilmu di kota Sewun dan menanamkan rasa kecintaan terhadap Alloh SWT dengan mengajari prilaku prilaku shalafus Sholeh seperti Sholat Tahajut dan puasa puasa sunnah.
Di sewun habib Abubakar assegaf belajar juga kepada Habib Ali bin Muhammad Al habsyi ( pengarang Simtut Durror) dan menjadi murid kesayangannya. Pertama kali melihat Habib Abubakar assegaf , Habib Ali bin Muhammad al habsyi telah melihat tanda-tanda kewaliaan dan kelak akan menjadi ulama yang memiliki kedudukan dan derajat yang Mulia. Beliau juga belajar kepada al Habib Muhammad bin Ali Assegaf, al Habib Idrus bin Umar al-Habsyi, al Habib Ahmad bin Hasan al-Atthas, al Habib Abdurrahman al-Masyhur, juga putera beliau al Habib Ali bin Abdurrahman al-Masyhur, dan juga al Habib Syekh bin Idrus al-Idrus dan masih banyak lagi guru beliau yang lainnya.
Tahun 1881 M habib Abubakar Assegaf kembali ke Tanah air dan Mulai melakukan ritual dakwahnya. Walaupun beliau memiliki Ilmu yang cukup mumpuni namun kerendahan hati untuk menghargai para ulama-ulama Sepuh di tanah air beliau tak segan segan untuk belajar dan minta ijazah serta barokah dari para ulama-ulama sepuh seperti Habib Abdullah bin Muhsin al-Atthas, al Habib Abdullah bin Ali al-Haddad, al Habib Ahmad bin Abdullah al-Atthas, al Habib Abubakar bin Umar bin Yahya, al Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi,al Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdlar, dan lain sebagainya.
Selama beberapa tahun berdakwah datanglah kegundahan hatinya , kerinduan terhadap Alloh dan Rosulnya hingga akhirnya beliau mengasingkan diri dari hirup pikuk dunia dan selama itu pula di habiskan waktunya untuk beribadah mutlak kepada Alloh , hampir 15 tahun lamanya habib Abu bakar Assegaf mengasingkan diri dari dunia ( berkhalwat) hingga akhirnya Gurunya habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi menemuinya dan mengajaknya untuk berhenti berkhalwat dan kembali untuk berdakwah. Demi menghargai sang guru akhirnya Habib Abubakar Assegaf kembali melanjutkan dakwahnya . Dengan di rangkul dan di gandeng oleh gurunya habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi , habib Abubakar Assegaf di kenalkan kepada para Jama’ah dam murid muridnya “Ini al Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf termasuk mutiara berharga dari simpanan keluarga Ba ‘Alawi, kami membukanya agar bisa menularkan manfaat bagi seluruh manusia”. Habib Abubakar assegaf membuka Majlis Ta’lim di rumahnya. Kedalaman dan kejernihan hati yang dimilikinya telah melahirkan banyak murid murid yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. Beliau selalu mendoakan murid-muridnya tat kala beliau menunaikan sholat malam . habib Abubakar di samping sebagai ahli ilmi juga sebagai ahli berkah yang dapat memberikan keberkahan kepada siapapun yang datang kepadanya. Beliau menjadi rujukan dan referensi ilmu di tanah air. Tahun 1955 dalam usia 91 tahun habib Abubakar bin Muhammad assegaf wafat dan beliau dimakamkan di Kota Gresik jawa timur.

08 November 2009

Syi'ir Jawa Khas "AHBAABUL MUSTHOFA"

Sholli wasallim daa iman alah mada
Sholli wasallim daa iman alah mada
Wal ali wal ashaa biman qod wah hada
Wal ali wal ashaa biman qod wah hada

==================================

Eman lo wong Islam, ninggal Sholat wengi
Sak ben dalu turu, ora gelem tangi
Sholat wengi ngono, disenengi Gusti
Sopo gelem nyuwun, pasti di paringi

Sholat limang waktu, ayo podo njogo
Jama'ah nang masjid, bareng sak kluwargo
Ganjarane slawe, celengan suwargo
Malah biso dadi, pitu likur ugo


Yen Sholat kesusu, ora biso pernah
Rukuk lan sujude, ditoto sing genah
Sing khusyu' lan khudhur, ugo tumakninah
Ngerteni sing wajib, lan ngerti sing sunah


Yen rumongso sugih, itungen donyone
Bagiane Zakat, ojo dilalekne
Dulur karo tonggo, sing podo miskine
kabeh podo nunggu, zakat bagiane

Yen karo tonggone, Sing apik atine
Yen kahanan longgar, mikiro butuhe
Sajak perlu utang, enggal di peringne
Nanging ojo nganti, njaluk anak ane


Ayo do ngurangi, nonton televisi
Timbang nonton TV, luweh becik ngaji
"Ahbaabul Musthofa" wadah kanggo ngaji
Kumpul poro Habaib lan poro Kyai


Eman lo wong ngaji, campur lanang wadon
Campur lanang wadon, lamun dudu mahrom
Biso biso malah, nglakoni sing harom
Ilmu gak manfa'at, rusak malah klakon

Lanang karo wadon, manggon sepi sepi
Nyanding senggal senggol koyok kebo sapi
Ngunu kuwi duso, nurut poro nabi
Ojo di terusno, yen durung di rabi

24 September 2009

Karakter Tawassuth, Tawazun, I'tidal, dan Tasamuh dalam Aswaja

Ada tiga ciri utama ajaran Ahlussunnah wal Jamaah atau kita sebut dengan Aswaja yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya:

Pertama, at-tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Ini disarikan dari firman Allah SWT:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً

Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian. (QS al-Baqarah: 143).

Kedua at-tawazun atau seimbang dalam segala hal, terrnasuk dalam penggunaan dalil 'aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits). Firman Allah SWT:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

Sunguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. (QS al-Hadid: 25)

Ketiga, al-i'tidal atau tegak lurus. Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu sekalian menjadi orang-orang yang tegak membela (kebenaran) karena Allah menjadi saksi (pengukur kebenaran) yang adil. Dan janganlah kebencian kamu pada suatu kaum menjadikan kamu berlaku tidak adil. Berbuat adillah karena keadilan itu lebih mendekatkan pada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS al-Maidah: 8)

Selain ketiga prinsip ini, golongan Ahlussunnah wal Jama'ah juga mengamalkan sikap tasamuh atau toleransi. Yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama. Namun bukan berarti mengakui atau membenarkan keyakinan yang berbeda tersebut dalam meneguhkan apa yang diyakini. Firman Allah SWT:

فَقُولَا لَهُ قَوْلاً لَّيِّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى

Maka berbicaralah kamu berdua (Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS) kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut dan mudah-mudahan ia ingat dan takut. (QS. Thaha: 44)

Ayat ini berbicara tentang perintah Allah SWT kepada Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS agar berkata dan bersikap baik kepada Fir'aun. Al-Hafizh Ibnu Katsir (701-774 H/1302-1373 M) ketika menjabarkan ayat ini mengatakan, "Sesungguhnya dakwah Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS kepada Fir'aun adalah menggunakan perkataan yang penuh belas kasih, lembut, mudah dan ramah. Hal itu dilakukan supaya lebih menyentuh hati, lebih dapat diterima dan lebih berfaedah". (Tafsir al-Qur'anil 'Azhim, juz III hal 206).

Dalam tataran praktis, sebagaimana dijelaskan KH Ahmad Shiddiq bahwa prinsip-prinsip ini dapat terwujudkan dalam beberapa hal sebagai berikut: (Lihat Khitthah Nahdliyah, hal 40-44)

1. Akidah.
a. Keseimbangan dalam penggunaan dalil 'aqli dan dalil naqli.
b. Memurnikan akidah dari pengaruh luar Islam.
c. Tidak gampang menilai salah atau menjatuhkan vonis syirik, bid'ah apalagi kafir.

2. Syari'ah
a. Berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadits dengan menggunanakan metode yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
b. Akal baru dapat digunakan pada masalah yang yang tidak ada nash yang je1as (sharih/qotht'i).
c. Dapat menerima perbedaan pendapat dalam menilai masalah yang memiliki dalil yang multi-interpretatif (zhanni).

3. Tashawwuf/ Akhlak
a. Tidak mencegah, bahkan menganjurkan usaha memperdalam penghayatan ajaran Islam, selama menggunakan cara-cara yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam.
b. Mencegah sikap berlebihan (ghuluw) dalam menilai sesuatu.
c. Berpedoman kepada Akhlak yang luhur. Misalnya sikap syaja’ah atau berani (antara penakut dan ngawur atau sembrono), sikap tawadhu' (antara sombong dan rendah diri) dan sikap dermawan (antara kikir dan boros).

4. Pergaulan antar golongan
a. Mengakui watak manusia yang senang berkumpul dan berkelompok berdasarkan unsur pengikatnya masing-masing.
b. Mengembangkan toleransi kepada kelompok yang berbeda.
c. Pergaulan antar golongan harus atas dasar saling menghormati dan menghargai.
d. Bersikap tegas kepada pihak yang nyata-nyata memusuhi agama Islam.

5. Kehidupan bernegara
a. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indanesia) harus tetap dipertahankan karena merupakan kesepakatan seluruh komponen bangsa.
b. Selalu taat dan patuh kepada pemerintah dengan semua aturan yang dibuat, selama tidak bertentangan dengan ajaran agama.
c. Tidak melakukan pemberontakan atau kudeta kepada pemerintah yang sah.
d. Kalau terjadi penyimpangan dalam pemerintahan, maka mengingatkannya dengan cara yang baik.

6. Kebudayaan
a. Kebudayaan harus ditempatkan pada kedudukan yang wajar. Dinilai dan diukur dengan norma dan hukum agama.
b. Kebudayaan yang baik dan ridak bertentangan dengan agama dapat diterima, dari manapun datangnya. Sedangkan yang tidak baik harus ditinggal.
c. Dapat menerima budaya baru yang baik dan melestarikan budaya lama yang masih relevan (al- muhafazhatu 'alal qadimis shalih wal akhdu bil jadidil ashlah).

7. Dakwah
a. Berdakwah bukan untuk menghukum atau memberikan vonis bersalah, tetapi mengajak masyarakat menuju jalan yang diridhai Allah SWT.
b. Berdakwah dilakukan dengan tujuan dan sasaran yang jelas.
c. Dakwah dilakukan dengan petunjuk yang baik dan keterangan yang jelas, disesuaikan dengan kondisi dan keadaan sasaran dakwah.


KH Muhyidin Abdusshomad

22 Agustus 2009

DIKUBUR 26 TAHUN JASAD MASIH UTUH

KH.Abdullah (paling kiri) saat menuntut ilmu di Mekkah

Jakarta - Lahan seluas lapangan bulutangkis itu kini hanya tinggal puing-puing. Dulu di lahan tersebut berdiri sebuah mushala yang diberi nama An-Najat. Di mushala itu KH. Abdullah memberikan pengajian kepada murid-muridnya, sejak tahun 1950-an.
Nama Kiai Abdullah kini ramai menjadi perbincangan di Tangerang karena jasadnya yang sudah dikubur selama 26 tahun ternyata masih utuh bahkan bau wangi. Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu. Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih.

Sepanjang hidupnya, Kiai Abdullah banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dan mengajar agama. Menurut Achmad Fathi, putra Kiai Abdullah, sewaktu muda Kiai Abdullah sempat dibimbing Kiai Mursan, seorang ulama yang tinggal di kampung Blenduk, Batu Ceper, Tangerang, yang letaknya sekitar 2 kilometer dari kediamannya.
Setelah 5 tahun menuntut ilmu di Kiai Mursan, pria kelahiran 16 Desember 1919 itu kemudian diperintah KH Marsan untuk menambah ilmu di Darul Ulum, Mekkah, Arab Saudi. Di sana ia belajar selama kurang lebih 7 tahun.
Kiai Abdullah akhirnya pulang ke tanah air setelah gurunya, Syekh Yasin, asal Padang, Sumatera Barat, memintanya pulang ke Indonesia, untuk menularkan ilmunya kepada masyarakat, khususnya di wilayah Batu Ceper, Tangerang.
"Ayah saya diperintahkan pulang untuk mengajar oleh Syekh Yasin, saat perang dunia ke II (1939-1945)," jelas Achmad Fathi saat ditemui detikcom.
Sesuai perintah gurunya, Kiai Abdullah kemudian mulai memberikan pengajian di sekitar rumahnya. Sistem pengajaran yang dilakukan Kiai Abdullah bukan model pesantren melainkan berbentuk majelis.
Lokasi pengajian dilakukan di Mushala An-Najat sejak beduk Maghrib hingga jam sembilan malam. Usai pengajian, biasanya murid-murid bermalam di musala dan pulang selepas salat Subuh berjamaah.
Materi pengajian yang diajarkan Kiai Abdullah berupa ilmu Fiqih (hukum) maupun tafsir Al Quran. Adapun kitab-kitab yang diajarjakan, antara lain, Jurmiyah, Nahwu, Shorof, Fathul Qorib, Fathul Muin, maupun tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaludin As-Suyiti.
Saat mengajar, sang kiai dikenal sangat tegas. Namun meski dikenal galak dalam mengajar, murid-muridnya justru semakin hari semakin bertambah. Mereka umumnya datang dari daerah Batu Ceper dan wilayah Tanggerang.
Selain mengajarkan ilmu agama, Kiai Abdullah juga mengajarkan murid-muridnya cara
bercocok tanam. Saat siang hari biasanya murid-muridnya bekerja di sawah maupun kebun pepaya milik Abdullah. "Murid-murid kalau siang hari ditugasi mengelola sawah dan kebun milik keluarga kami," jelas Achmad Fathi.
Kesolehan dan ilmu yang mumpuni yang dimiliki Kiai Abdullah lama-lama tersiar ke seantero Tangerang. Itu sebabnya, Pemda Tangerang pada tahun 1973 memintanya untuk menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Tengerang.
Namun sekalipun telah bekerja di pemerintahan, sikap sederhana dan rendah hati tetap melekat dalam diri Kiai Abdullah. Setiap bekerja ia hanya menggunakan sepeda ontel.
Jarak antara rumahnya ke Pengadilan Agama Tangerang berjarak sekitar 10 kilometer.
"Kata bapak hidup sederhana dan apa adanya merupakan perintah Nabi Muhammad SAW. Karena itu selama hidup bapak tidak mau hidup secara berlebih-lebihan," jelas Abdul Zibaki, anak Kiai Abdullah Lainnya.
Selama hidup Kiai Abdullah memiliki tiga orang istri, yakni Rohani, Maswani, dan Romlah. Ia pertama menikah dengan Rohani, yang merupakan putri gurunya, KH Mursan, sekitar tahun 1945. Dari pernikahannya dengan Rohani, dikarunia dua orang anak. Namun tidak lama setelah melahirkan anak kedua, Rohani meninggal dunia.
Selang dua tahun kemudian Kiai Abdullah menikah lagi dengan Maswani, yang merupakan tetangga rumahnya. Dari Maswani, Kiai Abdullah dikaruniai 5 orang anak. Dan lagi-lagi istri keduanya ternyata pergi menghadap Sang Pencipta lebih dulu darinya. Maswani wafat tahun 1980.
Setelah kematian istri keduanya Kiai Abdullah sebenarnya tidak mau menikah lagi. Namun karena desakan anak-anaknya, ia akhirnya menikah dengan Romlah, warga tetangga Desa Juru Mudi. "Kami merasa kasian sama bapak karena tidak ada yang mengurusinya. Makanya kami mendesaknya untuk menikah lagi," tutur Mukhtar Ali, anak sulung Kiai Abdullah.
Namun dari pernikahannya dengan Romlah, Kiai Abdullah tidak dikaruniai anak hingga ia wafat pada 22 Oktober 1983. Kiai Abdullah meninggal dunia lantaran penyakit ginjal yang dideritanya. Sebelum meninggal ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Kiai Abdullah dimakamkan di belakang mushala An-Najat berdasarkan wasiat yang disampaikannya kepada anaknya, Mukhtar sebelum meninggal. Sang kiai beralasan ingin dikubur di sana mengingat mushala itu merupakan tempat perjuangannya pertama kali di dunia dakwah.
Mushala tempatnya pertama kali mengajar seakan menjadi kenangan sendiri bagi Abdullah. Meskipun ia sebenarnya juga telah mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diberi nama Islahuddiniyah, sejak tahun 1970-an. Lokasi madrasah itu persis berada di depan rumah Kiai Abdullah.
Soal utuhnya jasad Kiai Abdulah setelah dikubur selama 26 tahun dikatakan salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Said Budairy sebagai karunia Allah. Menurutnya, jenazah itu dilindungi oleh Allah.
"Kejadian seperti itu sudah sering terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Dan biasanya yang jasadnya seperti itu adalah orang-orang yang hafidz Alquran dan alim," jelasnya.
Ditambahkannya, untuk melihat kealiman si jenazah bisa dilihat dari perjalanan hidup
almarhum. "Dan kalau seperti yang saya dengar kiai itu sebagai orang yang ahli ilmu,
itu sudah tidak salah lagi. Berarti kiai itu dilindungi Allah di dalam kuburnya,"
imbuhnya.
Sementara Agus Hendratno, anggota Ikatan Ahli Geologi Yogyakarta mengatakan, dari teori geologi, memang bisa saja jasad manusia yang dikubur akan tetap utuh.
Penyebabnya mungkin saja di dalam tanah itu tidak terdapat hewan organik yang bisa
mengubah jasad manusia, seperti kulit dan daging menjadi tanah.
Menurut Agus, dalam peristiwa utuhnya jenazah Kiai Abdullah mungkin saja bisa disebabkan di liang lahat tidak terdapat hewan organik.
"Sebenarnya peristiwa utuhnya jenazah masuk lebih kepada urusan spiritual. Tapi kalau mau dikait-kaitkan ke dalam teori geologi, bisa saja di liang lahat itu tidak
terdapat hewan organik," urainya.
Tapi, kata Agus, bila lokasi tanah yang berair dan lembab seperti di wilayah Batu Ceper, yang dikenal dahulunya merupakan daerah rawa-rawa, teori itu terbantahkan. Dengan kata lain Agus berpendapat jika peristiwa utuhnya jenazah Kiai Abdullah sangat unik dan di luar kebiasaan.

Secara Teori Tidak Masuk Akal

oleh: Deden Gunawan - detikNews

05 Agustus 2009

MALAM NISHFU SYA'BAN BERSAMA KYAIKU

Assalamu'alaikum, para rekan yang budiman. bila nishfu sya'ban tiba, saya selalu ingat dengan perjalanan yang selalu terkenang sebagai pengalaman yang ilmiah dari sosok Kyai guru saya yaitu KH.Faqih Imam Sarang Rembang.
Entah itu kapan..., Kurang lebih tahun 1997 atau 1998 Masehi. yang pasti seingat saya bertepatan tgl 14 sya'ban. beberapa rombongan mungkin 6 atau 7 bis yang setiap kaca depan bis dilekati selembar kertas bertuliskan "Rombongan Ziarah Madrasah Ghozaliyah Sarang Rembang ...". berjalan beriringan datang dari pesisir utara yang saya tahu tujuan pertama ke makam sunan ampel.
Sebagian Lenggah didalamnya ada beberapa Masyayekh yang salah satunya adalah Almaghfurlah KH. Faqih Imam. sewaktu perjalanan akan keluar dari wilayah lamongan hari sudah petang menunjukkan maghrib tidak akan lama lagi. disela sela para penumpang menikmati perjalanan beliau memanggil saya dan ngendikan "...Mengko yen maghrib kok durung tekan suroboyo, buh tekan ngendi yen ono masjid mengko awake dewe mudun wae. bis-e rombongan ben langsung nok ngampel...". Saya masih bertanya dalam hati... ada apa ya?, mau tanya menurut saya kurang sopan, gak tanya pikir saya terus nanti kesananya [ngampel] bagaimana?. akhirnya saya diam saja, e.. jenenge santri yo pokok'e ndereke ae, ngestoaken dawuh kyai. 
Benar..., saat maghrib tiba kebetulan juga jalan macet sehingga lalu lintas berjalan 'gremet'. spontan beliau dawuh "Ayo muduk wis ono suoro adzan Maghrib", akhirnya saya nderekke beliau turun ditengah perjalanan sekitar daerah Gresik, ya cuma kami berdua yang turun. Rombongan pun terus melanjutkan perjalanan menuju surabaya. Setelah sebentar berjalan kami menemukan masjid di pinggir jalan, entah tepatnya di daerah mana saya lupa. begitu masuk masjid beliaupun dawuh lagi "Bengi iki pas nishfu sya'ban wis dadi wadzifah-ku tiap tahun saben bar maghribe nishfu sya'ban moco yasin ping telu, dadi piye piye lan yo opo kahanane aku raiso ninggalke, koyok surup iki" begitu yang beliau dawuhkan saat itu. Setelah sholat maghrib saya pun nderekke beliau membaca surat yasin tiga kali yang di ikuti do'a do'a hingga usai. E... keluar dari masjid, ono... ono ae, yen nderekke kyai iku InsyaAlloh penak tembe burine. bertemu dengan seseorang yang bilang katanya pernah di Pondok Sarang, we delalah... akhirnya kami sampai di surabaya dengan tanpa kangelan karena di antar oleh Alumni tersebut, ha ha ha.... [saya nulis/ngetik ini pas liat mbah surip ketawa di in memorium acara salah satu stasiun tv. tepat pukul 17.41 wib, 05-agustus-2009/ 14-Sya'ban-1430] berhubung hampir maghrib dan meh nisyfu sya'banan, cut dulu ah...nanti sambung lagi.

Selanjutnya...
Setelah kejadian itu dalam setahun, kapan nishfu sya'ban tiba pasti saya ingat akan perjalanan itu sekaligus sebagai pengiling untuk selalu ngiling ngiling wadhifah tersebut, yang kadang kita wegah/males nglampahi malah kadang melupakan.
Dengan harapan... semoga dengan wadhifah tersebut bisa menambah amal khoir kita, dan selalu mendapat Ridlo Alloh subhanahu wa ta'ala di beri panjang umur bi tho'atillah wa bitho'ati rasulillah, tho'at kepada yang harus kita tho'ati, diberi selamat dari poncoboyo di jauhkan dari sambikolo dan di beri rizqy yang banyak halal berkah begitu juga apa yang menjadi hajat dan maqsud kita mendapat ijabah dari Alloh Ta'ala, amin amin ya robbal 'alaamiin.
Semoga Bermanfa'at.
Wassalamu 'Alaikum

Penulis: Muhammad MiftahudDhuha 
(Pengasuh PP.AlMasyhuri Grobogan & Pendiri Syekhermania)


****************
TENTANG MALAM NISHFU SYA'BAN:
Nisfu Sya’ban adalah hari atau tanggal yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban (Istilah orang jawa bulan Ruwah). dalam kalangan Islam, malam itu biasanya diisi dengan pembacaan Surat Yaasin tiga kali secara pribadi atau berjamaah. dengan niatan semoga diberi umur panjang, dijauhkan dari bala' dan ditetapkan imannya, serta diberi rizqy yang banyak, manfa'at dan barokah.

Hal ini karena diyakini pada malam tersebut Allah akan memberikan keputusan tentang nasib seseorang selama setahun ke depan. 
Adapun keutamaan malam nisfu Sya’ban diterangkan dalam kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.
beliau mengatakan bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). 
Menurut Imam Al-Ghazali menyampaikan pula bahwa: 
- Pada malam ke-13 bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. 
- Pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. 
- Pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karena pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT. istilahnya pengumpulan buku raport dari semua manusia.
Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfiroh, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang shaleh.
Dibawah ini adalah Do'a, Amaliah & Kaifiyyah malam Nishfu Sya'ban:
Do'a ini dibaca usai Sholat Maghrib, tepatnya setelah membaca surat Yasin 3 Kali.




Adapun cara atau kaifiyahnya:
1. Setelah kita membaca surat yasin yang petama, kemudian kita membaca do'a di atas 1 kali. dengan disertai niat, semoga kita di beri panjang umur yang manfa'at bi tho'atillah.
2. Setelah kita membaca surat yasin yang kedua, kemudian kita membaca do'a di atas 1 kali lagi. dengan disertai niat, semoga kita di jauhkan dari bala' oleh Alloh SWT.
3. Setelah kita membaca surat yasin yang ketiga, kemudian kita membaca do'a di atas 1 kali lagi. dengan disertai niat, Tidak ada ketergantungan dengan orang lain dan semoga kita di beri Rizqy yang cukup manfa'at barokah oleh Alloh SWT.

Beberapa Pendapat dari Para 'Ulama' :
1.Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jilaniy berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)
2.Berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu: malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).
3.Dikutip dari buku al-Fawaaidul Mukhtaaroh Diceritakan bahwa Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy berkata, “Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan sholawat kepada Nabi saw, karena ayat Innallaaha wa malaaikatahuu yushalluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu. (Ma Dza Fiy Sya’ban?)

Semoga kita selalu mendapat Rahmat & Hidayah dari alloh Subhanahu wa Ta'alaa, amiin.
Wallohu a'lam - Semoga Bermanfa'at.


POPULER DI BACA

Mengonfigurasi HTML/JavaScript